Kamis, 08 Desember 2016


SISTEM PERUSAHAAN


PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA PT. ANEKA ILMU SEMARANG


2.1        Sistem Inventory
Sistem inventory yang berlaku di PT. ANEKA ILMU menganut sistem FIFO ( First In First Out ) dimana bahan baku yang pertama kali datang digudang akan dikeluarkan dari gudang lebih awal. Hal ini dimaksudkan agar bahan baku kertas tetap terjaga kelembabannya, karena kertas mengandung PH yang berubah – ubah tergantung kondisi dalam ruangan serta cuaca dan suhu yang berada disekitar ruangan tersebut.

Sistem Inventory pada PT. ANEKA ILMU mengenal dengan apa yang disebut dengan buffer stock atau menjaga supaya persediaan kertas digudang jangan sampai habis, dimana stock pada saat titik tertentu harus dilakukan ROP ( Reorder Point ).
2.2      Sistem Perancangan Dan Pengendalian Produksi
Sistem perencanaan dan pengendalian, didefinisikan sebagai proses untuk merencanakan dan mengendalikan aliran material yang masuk, mengalir dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu penyerahan yang tepat, dan biaya produksi yang minimum. Plan production sangat perlu dilakukan guna membuat penjadwalan produksi agar teratur dan terjadwal yang bermuara pada ketepatan dalam produksi.
Sedangkan inventory control dilakukan agar tidak terjadi loss stock atau zero stock, dimana yang dimaksud zero stock adalah suatu situasi dimana ada sebuah kegiatan produksi stock bahan baku dalam keadaan kosong, hal ini sangat tidak boleh terjadi karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan baik SDM, mesin maupun loss profit.
2.2      Sistem Produksi
System produksi PT. ANEKA ILMU merupakan perusahaan dengan system make to stock dan system job shop. Jadi PT. ANEKA ILMU selain perusahaan yang melakukan produksi untuk stock perusahaan tetapi juga perusahaan yang menerima job order dari luar.
2.2.1     Bahan baku
Bahan baku adalah bahan yang menjadi kebutuhan dasar suatu unit barang yang tanpa barang tersebut produksi tidak pernah terjadi. Perusahaan menyediakan bahan baku kertas yang  bermacam - macam untuk mengantisipasi permintaan konsumen yang sangat bervariasi. Kertas sebagai bahan dasar untuk mencetak naskah yang telah diproses pracetak. Kertas ini biasanya didatangkan dari pabrik kertas, yaitu:
a.   PT. Tjiwi Kimia
b.   PT. Laces
c.   PT. Arya
Bahan baku sebuah buku antara lain sebagai berikut:
1.   Kertas
         Bahan baku kertas bervariasi sesuai dengan permintaan konsumen. Jenis kertas yang digunakan adalah:
a.   Kertas isi
Jenis kertas yang digunakan untuk kertas isi antara lain:
·         Kertas CD
         Kertas ini merupakan kertas isi yang biasa dipakai untuk mencetak buku-buku paket dan LKS. Kertas CD yang biasa mempunyai berat 50 gram.
·         Kertas HVS
         Kertas ini termasuk kertas isi yang biasanya dipakai untuk mencetak buku-buku paket dan buku pengetahuan umum.
b. Kertas Cover
Kertas ini yang digunakan untuk mencetak cover atau sampul buku yang meliputi:
·         Kertas Ivory
         Merupakan kertas yang digunakan untuk mencetak cover. Berat kertas ini berbeda-beda, yaitu : 210 gram, 200 gram, 170 gram, 150 gram.
·         Kertas BC
         Kertas BC merupakan kertas cover yang biasa dipakai bila tidak kertas ivory atau bila diminta oleh pemesan. Kualitas dari kertas ini dibawah kertas ivory, sehingga harganya lebih murah. Beratnya 150 gram dan 160 gram.
2.    Tinta
   Tinta digunakan untuk menulis atau sebagai bahan pewarna. Tinta yang digunakan dalam proses produksi percetakan sangat bermacam-macam warnanya. Tetapi warna yang sering digunakan adalah warna hitam. Jenis tinta yang digunakan untuk percetakan adalah warna hitam. Jenis tinta yang digunakan untuk percetakan adalah tinta PPCH dan merek yang digunakan adalah Cemani Cuka, Royal Gard, dan Flower.
         Sebelum digunakan dalam proses produksi percetakan, tinta terlebih dahulu diberi pencair tinta agar tidak terlalu kental. Tinta yang digunakan untuk setiap mencetak berbeda-beda. Untuk mencetak sparasi ada empat macam warna dasar yang digunakan (Yellow, magenta, cyan, black) dan tinta ini digunakan khusus, artinya berbeda dengan tinta yang digunakan untuk mencetak biasa dan warna yang digunakan adalah warna khusus dengan harga yang lebih mahal dari tinta biasa.   Warna untuk cover biasanya  terdiri empat macam warna tersebut dan ada juga  perpaduan warna dasar tersebut yang disebut dengan warna khusus, misalnya warna pink. Untuk isi buku, tinta yang digunakan adalah warna hitam (black), akan tetapi untuk variasinya tergantung pada permintaan konsumen.
2.2.2       Bahan pembantu
Selain bahan baku diatas ada yang menunjang proses cetak, walaupun tidak pokok tetapi sangat berguna dalam membantu proses cetak dan yang disebut sebagai bahan pembantu adalah:
1)    Film
Film adalah alat yang digunakan untuk keperluan layout naskah sebelum dipindah ke plat. Film digunakan untuk memfoto naskah sebelum menuju ke proses montage. Film ini juga digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan tulisan pada plastik dan memindahkan tulisan pada plate seng selanjutnya direpro dan expose agar tulisan timbul pada plate seng dan siap dicetak. Film yang dihasilkan adalah film positif.
2)   Fixer Film
Digunakan sebagai penawar, yaitu dari fuji film foto dengan perbandingan 1:3.
3)  Spray Mount
Digunakan pada proses mountase atau layout untuk menempelkan naskah setelah difoto pada kertas astralon.
4)  Plate
Plate adalah alat yang dimasukan ke mesin cetak bagian silinder plate yang nantinya akan menimbulkan cetakan. Biasanya plate ini terbuat dari seng atau aluminium. Plate yang dibuat dari bahan alumunium dan seng ini didatangkan dari PT. Radiance Semarang.
5)  Plate Cleaner
Digunakan untuk membersihkan kotoran pada plate seng agar bagian yang tidak mencetak (non image area) lebih peka terhadap air.
6)  Gom
Sebagai bahan panghapus file bila yang ada salah pada film.
7)  Eching
             Digunakan sebagai alat penimbul tulisan atau gambar.
8)  Fountain Solution
Berupa air pembasah agar plate pada mesin cetak selalu tetap basah dan sebagai pemisah tinta dan paper pada roll karet, mencuci plate, mencuci roll penintaan, mencuci silinder blanket dan silinder plate.
9)  Blue wast
Untuk pembersih bahan-bahan pokok yang tersisa misalnya tinta, mencuci roll karet, mencuci plate, mencuci roll penintaan, mencuci silinder blanket dan silinder plate.
10)    Correction (remover plate)
Saat mencetak mungkin ada bagian plate yang tidak perlu dan harus dihilangkan atau untuk perbaikan sebelum cetakan harus dihapus dengan correction dengan hati-hati
11)     Astralon
Berbentuk seperti mika yang digunakan untuk menempelkan film pada proses mountenase.
12)    Lem
  Digunakan untuk mengelem buku pada saat dibending.
13)     Air
Untuk membersihkan sisa-sisa bahan kimia yang masih tersisa pada film pada proses foto. Sebagai pencuci roll dan campuran tinta agar roll dengan plate tidak lengket saat proses cetak. 
2.2.3     Proses Produksi
  Proses adalah cara kerja, metode, dan teknik bagaimana sesungguhnya tenaga kerja, bahan baku dan dana yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil, sedangkan produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Jadi proses produksi dapat diartikan sebagai proses pengolahan bahan baku menjadi produk olahan dengan menggunakan beberapa metode, peralatan, maupun bahan pembantu, sehingga diperoleh suatu hasil yang lebih berguna.
  Proses produksi merupakan proses mengubah bahan baku menjadi produk jadi dengan berbagai macam teknologi pengolahan, sehingga mempunyai nilai tambah (value added). Proses produksi dilaksanakan untuk mancapai tujuan perusahaan, yaitu memperoleh keuntungan sehingga dalam pelaksanaannya, faktor ekonomis ikut dipertimbangkan. Dalam proses produksi yang memegang peranan adalah mesin-mesin atau peralatan yang dikhususkan untuk membuat produk yang telah ditetapkan. PT. ANEKA ILMU dalam proses menggunakan mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang dibagi dalam beberapa stasiun yang saling menunjang satu dengan yang lainnya.
   Secara umum proses percetakan PT. ANEKA ILMU dimulai dari proses pra cetak, proses cetak dan proses finishing.
2.2.3.1       Mesin – Mesin Pra-Cetak :
1.  1 Unit Computer Setting
Yaitu Computer untuk membuat Setting antara ukuran Film dengan ukuran kertas yang tersedia.
2.   1 Unit Computer Design
Yaitu Computer untuk membuat desain atau model yang akan dicetak.

3.   1 Unit AGFA proset 9550
Yaitu sebuah bank data atau alat yang digunakan untuk menampung segala data mengenai desain dan setting Film yang akan dicetak.
4.   1 Unit AGFA FOCUS COLOR Scanner
Yaitu sebuah alat untuk membaca suatu obyek gambar atau tulisan sehingga Editor hanya perlu mengedit hasil Scanner bila diperlukan.
5.   1 Unit AVANTRA 44
Yaitu mesin yang digunakan untuk membuat film negative yang dipadapat dari output Computer Setting, Computer Design dan Mesin AGFA FOCUS COLOR Scanner.
2.2.3.2     Mesin – Mesin Cetak :
1.    1 Unit mesin cetak ADAST DOMINAN 725
Buatan Chekoslavia mencetak 2 warna kapasitas cetak 6000 print/jam dengan operator 1 orang dan asisten 1 orang.
2.     1 Unit mesin cetak ADAST DOMINAN 715
Buatan Chekoslavia mencetak 1 warna kapasitas cetak 3000 print/jam dengan operator 1 orang.
3.      1 Unit mesin cetak KOMORI
Buatan Jepang mencetak 1 warna kapasitas cetak 7000 print/jam dengan operator 1 orang dan asisten 1 orang.
4.    1 Unit mesin cetak WEB HARIS MERCURY HEIDELBERGH
Buatan Jerman mencetak 2 warna kapasitas cetak 30.000 print/jam 64 halaman langsung lipat dengan menggunakan kertas rol 3 unit, dengan operator 1 orang dan asisten 4 orang.
5.      1 Unit WEB KING
Buatan Jerman mencetak 2 warna berfungsi untuk mencetak isi buku dengan kapasitas cetak 30.000 print/jam sekali cetak menghasilkan 64 halaman buku, dengan menggunakan kertas rol 1 unit dengan operator 1 orang dan asisten 3 orang.
6.       1 Unit WEB SOLNA DISTRIBUTOR D 300
Buatan Jerman mencetak 2 warna berfungsi untuk mencetak isi buku dengan kapasitas cetak 35.000 print/jam sekali cetak menghasilkan 64 halaman buku, menggunakan kertas rol 1 unit dengan operator 1 orang dan asisten 4 orang.
7.      1 Unit WEB SOLNA COMERCIAL D 25
Buatan Jerman mencetak 2 warna berfungsi untuk mencetak isi buku dengan kapasitas cetak 30.000 print/jam sekali cetak menghasilkan 64 halaman buku, menggunakan kertas rol 1 unit dengan operator 1 orang dan asisten 3 orang.
8.      1 Unit mesin cetak HEIDELBERG PRINTMASTER
Mesin ini khusus digunakan untuk mencetak Cover, buatan Jerman mencetak 4 warna  kapasitas cetak 7000 print/jam sekali cetak menghasilkan 9 buah Cover, dengan operator 1 orang dan asisten 4 orang.
2.2.3.3      Mesin – mesin Finishing :
1. 1 Unit mesin jahit kawat MULLER MARTINI model MM 1509/522
Mesin ini khusus digunakan untuk membuat jahitan kawat pada buku untuk menggabungkan antara halaman pertama sampai terakhir, buatan Italy kapasitas jahitan 6000 eksemplar/jam dengan operator 1 orang dan asisten 5 orang.
2.  1 Unit mesin potong otomatis 1 sisi WHOLENBERGH type MSC/1 No. 3138028
Mesin ini digunakan untuk memotong 1 sisi kertas yang akan diberi Lem yang terdiri dari Hot Melt dan Crsytal Melt sehingga sisi kertas yang akan dilem rata sehingga Lem mudah menempel buatan jerman dengan operator 1 orang dan asisten 2 orang.
3.   1 Unit mesin potong otomatis WHOLENBERGH type MCS – 2
Mesin ini digunakan untuk memotong sisi- sisi buku sehingga buku dapat presisi antara ukuran buku satu dengan buku yang lain dengan judul dan seri buku yang sama, buatan jerman dengan operator 1 orang dan asisten 1 orang.

4.      1 Unit mesin binding SULBY COMPACT MINOR O T/137
Mesin ini digunakan untuk mengelem halaman buku, buatan England dengan kapasitas binding 5000 eksemplar/jam dengan operator 1 orang dan asisten 4 orang.
5.      1 Unit mesin Varnis RUEY RONG MACHINERY Factory Co. Type : UV
Mesin ini digunakan untuk memvarnis atau memberi lapisan pada sampul buku sehingga sampul buku terlihat lebih mengkilat dan tidak mudah kotor, buatan Taiwan dengan kapasitas pelapisan Varnis 5000 eksemplar/jam dengan operator 1 orang dan asisten 1 orang. 
6.    1 Unit mesin lipat MBO Brinder GMBK Factory Co.
Mesin yang digunakan khusus melipat buku, buatan jerman, dengan operator 1 orang dan asisten 1 orang.
Dengan adanya peralatan- peralatan tersebut, PT. Aneka Ilmu mampu mencetak ratusan ribu buku setiap bulannya. Inilah yang menjadikan PT. Aneka Ilmu masuk salah satu perusahaan percetakan dan penerbitan besar di Indonesia, karena disamping kemampuan produksinya juga jangkauan pemasarannya yang menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air.
2.2      Sistem Pengendalian Kualitas
Menurut Wignjosoebroto (1993) mutu atau kualitas suatu produk atau jasa adalah derajat atau tingkatan dimana produk atau jasa tersebut mampu memuaskan keinginan dari konsumen sedangkan pengendalian kualitas didefenisikan sebagai suatu sistem verifikasi dan penjagaan atau perawatan dari suatu tingkatan atau derajat kualitas produk atau proses yang dikehendaki dengan cara perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus menerus, serta tindakan korektif bilamana diperlukan.
Sistem quality control yang dilakukan oleh PT. ANEKA ILMU yaitu dimulai dari bahan baku, persiapan cetak, cetak, pra finishing dan finishing, yang dikenal dengan istilah total control production atau pengendalian kualitas secara terpadu, hal ini dapat menjamin produk atau buku yang dihasilkan adalah buku – buku yang berkualitas tinggi baik bagian isi maupun bagian luar nya (cover).
Di PT. ANEKA ILMU juga ditetapkan system standarisasi dalam menentukan kualitas kertas yang sesuai dengan standar internasional, sehingga produk hasil buku-buku dari PT. ANEKA ILMU dijamin kualitas serta mutunya.
2.3      Sistem Perawatan (Maintenance)
Sistem maintenance yang berlaku di PT. ANEKA ILMU melakukan perawatan mesin produksi secara terjadwal yaitu menggunakan metode daily maintenance, weekly maintenance, dan monthly maintenance, dimana perawatan mingguan dapat dilakukan pada part – part tertentu, namun adapula perawatan dengan system periodic (6 bulan sekali).
2.4      Sistem Tata Letak Pabrik
Tata letak ruangan dalam industri percetakan merupakan hal yang tidak kalah penting. Oleh karena itu, pada saat membuat perencanaan harus dilakukan penentuan tempat dan luas untuk setiap ruangan dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan dari jalannya proses produksi percetakan. Bangunan unit pengolahan perusahaan harus senantiasa diperbaharui untuk mencapai tata ruang dan konstruksi yang memudahkan dalam bekerja dan mendukung dalam usaha rangka mewujudkan efisiensi produksi yang diinginkan.
Tata letak pabrik yang ada di PT. ANEKA ILMU dibagi menjadi 4 bagian :
1. gedung I yaitu meliputi area pra cetak dan cetak.
2. gedung II yaitu meliputi area pra finishing.
3. gedung III yaitu meliputi area finishing.
4. gedung IV yaitu meliputi area pergudangan.
2.2      Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia
Sistem sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting untuk keberlangsungannya suatu perusahaan, untuk peningkatan sumber daya manusia yang ada di PT. ANEKA ILMU yaitu dengan dilakukannya pelatihan dan training ke PUSGRAFIN di Jakarta atau dengan mendatangkan konsultan percetakan yang ada dalam waktu 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali.
Sumber daya manusia yang dimiliki oleh PT. ANEKA ILMU adalah lulusan STM grafika dan D3 grafika dengan tujuan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan kerja di dunia percetakan.
2.3      Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PT. ANEKA ILMU memberikan beberapa fasilitas kesejahteraan pada para karyawan. Fasilitas kesejahteraan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap hak-hak tenaga kerja. Adapun fasilitas kesejahteraan tersebut antara lain:
1.      Jaminan sosial tenaga kerja (JAMSOSTEK) sebagai fasilitas asuransi yang diberikan kepada seluruh tenaga kerja.
2.      Karyawan yang memerlukan pemeriksaan dokter spesialis akan memperoleh rujukan dari dokter poliklinik dan biaya pengobatan ditanggung perusahaan.
3.      Pemberian cuti tahunan dan cuti khusus. Cuti tahunan diberikan kepada tenaga kerja tetap selama 12 hari dalam jangka waktu satu tahun, cuti khusus diberikan kepada tenaga kerja wanita yang sedang mengandung atau melahirkan selama 3 bulan dan yang sedang mengalami mestruasi selama 2 hari setiap bulan serta tenaga kerja yang menunaikan ibadah haji.
4.      Fasilitas rekreasi bersama. Bilamana perusahaan sedang memperoleh profit yang tinggi dari hasil produksinya, maka pihak perusahaan melakukan kebijakan mengadakan rekreasi bersama seluruh karyawan dengan biaya akomodasi ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
5.      Pemberian santunan pada karyawan yang sakit atau meninggal dunia.  
2.9    Sistem Pemasaran
PT. ANEKA ILMU dalam memasarkan produksinya sampai ke tangan konsumen menggunakan dua macam saluran distribusi, yaitu:
1.  Dari gudang pabrik disalurkan pada agen penyalur, kemudian dari agen penyalur didistribusikan ke toko-toko buku sebagai grosir sekaligus pengecer, baru kemudian sampai ke tangan konsumen.
2. Dari gudang pabrik disalurkan pada agen penyalur didistribusikan pada perantara lain yang berupa sekolah-sekolah, departemen-departemen dan perorangan, baru kemudian sampai ke tangan konsumen.
Dalam memperkenalkan dan meningkatkan penjualan maka perusahaan mengadakan sales promotion. Wujud dari sales promotion yang dilakukan perusahaan antara lain dengan jalan sponsorship, pembagian contoh produk, pameran serta pemberian hadiah atau bonus penjualan, misalnya buku agenda kerja, kaca, asbak dan lain-lain. Daerah pemasaran PT. ANEKA ILMU saat ini meliputi:
1.   Daerah Sumatera Utara yang meliputi: Medan, Banda Aceh dan Daerah Istimewa Aceh. Di Sumatera Utara ini PT. ANEKA ILMU membuka perwakilan di kota Medan.
2.    Daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Untuk melayani daerah pemasaran Jawa Barat dan DKI Jakarta serta Lampung, perusahaan telah membuka cabang di kota Bandung dan Jakarta.
3.    Daerah Jawa Tengah dan DIY.
Untuk melayani daerah pemasaran yang ada di luar Semarang, Demak, kudus dan Salatiga, PT. ANEKA ILMU telah membuka cabang di Surakarta.
4.    Daerah Jawa Timur.
Untuk melayani daerah pemasaran daerah Jawa Timur, PT. ANEKA ILMU telah membuka cabang perwakilannya di kota Surabaya.
5.    Daerah ujung Pandang.
Untuk melayani wilayah ini, PT. ANEKA ILMU membuka cabang di Kota Ujung Pandang.
2.10   Hasil Produksi
PT. ANEKA ILMU sampai sekarang ini telah menghasilkan buku kurang lebih 1000 judul yang berasal lebih dari 75 pengarang dari berbagai disiplin ilmu.
buku – buku tersebut dikelompokan menjadi :
1.   Buku Pelajaran SD, SLTP, SMU dan Perguruan Tinggi.
2.   Buku Pendamping belajar.
3.    Buku umum pertanian, perternakan, perkebunan, dan lain – lain.
4.   Buku Olah Raga.
5.   Buku Kesenian Jawa.
6.    Buku tentang Hobi.
7.    Buku tentang Kerohanian.
2.11  Fasilitas Prasarana
a)      1 unit Genererator 250 KVA model EDG 250 SN Engine Mitsubishi
b)      1 unit Mesin Diesel Mercedez CM 336-Avan Kaick 100 KVA 220 80V Rpm.
c)      1 unit ISUZU TAITO Generating set 60 KVA
d)     Compresor Type FD 130 / GA 37 Th. 2004.Compresor Air P. Max 13 Bar-Merk : Atlas Copco.
e)      Compresor type GA 11p Th. 1997. Compresor Air P.Max 10 Bar-Merk: Atlas Copco.
f)       Forklip type Toyota 30 Kapasitas 3 ton.
g)      Forklip Type Yale FGD 25P kapasitasd 2,5 ton 
2.12  Fungsi Pengawasan Perscdiaan Bahan Baku
Adapun fungsi pengawasan persediaan bahan baku pada PT. ANEKA ILMU adalah sebagai berikut:
a.       Untuk menghindari kecurangan dan penyimpangan yang mungkin terjadi.
b.      Untuk mengawasi keadaan persediaan bahan baku yang ada di perusahaan, hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi persediaan di gudang tetap dalam jumlah yang optimal, sehingga kebutuhan produksi terpenuhi degan baik.
c.       Untuk mengukur realisasi penggunaan persediaan bahan baku dalam proses produksi.
d.      Untuk membantu dalam memperoleh informasi tentang keadaan perusahaan, yang dipergunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Bagian-bagian yang terlibat dalam prosedur pengawasan persediaan bahan baku di PT. ANEKA ILMU adalah sebagai berikut:
1.  Bagian produksi
Bagian ini meminta bahan ke bagian gudang yang dipergunakan untuk proses produksi dengan membuat bon permintaan barang.
2.  Bagian gudang
Bagian gudang ini terdiri dari bagian penyimpanan dan bagian  pengeluaran barang.
Bagian penyimpanan mengatur letak dan kedudukan tiap macam barang pada tempat tertentu yang ada dan disusun menurut jenisnya sehingga mudah diketahui. Dengan adanya kerapian, ketergantungan dan kebersihan merupakan bertanda adanya pekerjaan yang baik dan memudahkan adanya pengontrolan.
Bagian pengeluaran barang bertanggung jawab terhadap keluamya barang dari gudang. Dan setiap kali ada pengeluaran barang harus disertakan bukti bon permintaan barang dari bagian produksi dan harus ada persetujuan dari pihak pembukuan. Bagian gudang pada saat tertentu membuat surat permintaan barang yang dikirimkan ke bagian pembeli.
3.    Bagian pembelian dan pembukuan.
Kedua pekejaan ini dikerjakan pada orang yang sama. Bagian pembelian mengadakan pembelian setelah adanya surat permintaan bahan. Bagian pembukuan berfungsi untuk mencatat terjadinya pengadaan bahan sampai ke jumal pemakaian bahan.
2.13    Sistem Pengolahan Limbah
Sistem pengolahan limbah yang diterapkan di PT. Aneka Ilmu yaitu dengan membagi dengan limbah dengan 2 jenis yaitu limbah padat dan cair, limbah padat berupa sisa kertas yang reject dan limbah cair berupa sisa tinta dalam proses percetakan. Sistem pengolahan limbah padat di PT. Aneka Ilmu yaitu dengan mengirim kertas yang reject dibawa ke Kudus untuk didaur ulang menjadi kertas yang bersih kembali, untuk limbah cair PT. Aneka Ilmu menerapkan mesin penetralisir tinta yang berisi cairan tiner supaya kandungan cat dapat sedikit dinetralisir sebelum dikirim ke perusahaan produsen pembuat cat tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar